TAHUN

PERISTIWA BAIK

PERISTIWA BURUK

1922

Proses pemilihan kepala desa sudah menganut azas demokrasi langsung dengan cara dodokan (jongkok di belakang calon) dimenangkan oleh Karsowikromo, hak pilih diberikan kepada warga yang berusia 17 tahun ke atas.

Pemilihan dengan sistim dodokan mengakibatkan terjadi permusuhan karena dengan jongkok di belakang calon secara terang-terangan menunjukkan siapa memihak kepada siapa sehingga memicu perselisihan antar warga

1935

Masa pemerintahan Kepala Desa Karsowikromo :

Pemerintah kabupaten pindah dari Karanganyar ke Kebumen sehingga jarak dari Desa Sidomulyo menjadi lebih dekat.

 

1942

 

  • Masa penjajahan Jepang, warga diwajibkan kerja rodi membuat gorong-gorong (urung-urung) di pantai Petanahan dengan jatah makan 1 kali sehari berupa nasi jagung 1 bungkus
  • Hasil pertanian termasuk padi warga disita penjajah Jepang, warga menderita kelaparan dan terserang penyakit lepra, gatal-gatal, cacar karena memakai baju dari goni (karung dari bahan jerami)

1945

Proklamasi kemerdekaan

 

1946

Pemilihan kepala desa dengan cara bitingan (memasukkan lidi ke bumbung / potongan bamboo) yang jumlahnya sama dengan jumlah calon dan lidi / biting diberi warna.

Pemilihan waktu itu dimenangkan oleh Mulyokartomo.

Cara ini lebih baik dari cara dodokan walaupun pemilihan langsung namun pemilih tidak terlihat langsung memihak kepada salah satu calon sehingga tidak memicu perselisihan antar warga.

 

  • Pemilihan secara bitingan ini mempunyai kelemahan ketika si pemilih sudah tua / penglihatan kurang jelas tidak bisa memasukkan lidi / biting ke bamboo karena lubangnya kecil dan sering jatuh sehingga memberi kesempatan bagi pemilih berikutnya untuk memungut dan memasukkan ke bambu sesuai pilihannya (satu orang dua suara). Mantan kepala desa mempunyai 10 hak suara.
  • Mutu pendidikan rendah karena sekolah hanya ada 3 SD yaitu di Desa Petanahan, Grujugan dan Podourip sehingga kegiatan belajar mengajar numpang di rumah-rumah penduduk (rumah Bp. Martosuwito, Bp. Mulyokartomo, Bp. Martowiyono)
  • Proses belajar mengajar menggunakan bahasa Jepang.

1948

 

  • Terjadi huru-hara (Dursetut) oleh musuh (penguasa), Kepala Desa Mulyokartomo ditahan/dikurung dan diasingkan ke Desa Bumiharjo, warga banyak yang mengungsi kondisi ekonomi morat-marit.
  • Banyak dipasang ranjau darat dari kayu dan lubang sehingga transportasi perdagangan sangat sulit.
  • Warga banyak yang terserang penyakit HO (udim / busung lapar).
  • Pemberontakan PKI yang pertama.
  • Terjadi pemberontakan AOI (Angkatan Oemat Islam).

1950

Program pemberantasan buta huruf, masyarakat terpenuhi hak dasarnya dalam bidang pendidikan

 

1955

 

Pemilu Indonesia yang pertama pemilihan presiden mengenalkan politik ke masyarakat sehingga mobilisasi hak suara mudah dilaksanakan. (Presiden Soekarno).

 

1961

 

  • Pelaksanaan sensus penduduk secara nasional membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat.
  • Pelatihan hanra (hansip) di tingkat desa selama 1 bulan.

 

Gerakan PKI muncul kembali dan salah satu akibat yang terjadi di Desa Sidomulyo adalah goncangnya sekdes Wiryowartomo sehingga di PJ-kan selama 3 tahun oleh perangkat desa yang lain yaitu Martowiyono.

1963

 

  • Warga banyak terserang penyakit gatal-gatal (gudig).
  • Terjadi serangan hama tikus yang merusak pertanian sehingga warga kelaparan sampai menjual seng (atap rumah) untuk membeli makanan pokok sehingga masa itu dikenal istilah “sengsus” (seng mlebu usus / seng masuk usus = makanan dibeli dari hasil menjual seng).

1964

Program ABRI masuk desa dalam rangka mengatasi serangan hama tikus yang luar biasa

Serangan hama tikus yang luar biasa, menyerang pertanian dan rumah warga / menggigit orang yang sedang tidur.

1965

 

Pemerintah mengadakan kursus KPG (Kursus Pendidikan Guru) selama 3 bulan bagi warga yang berpendidikan minimal SMP.

G 30 S / PKI meletus dan banyak pegawai pemerintah (pegawai negeri) yang terlibat sehingga banyak kekosongan tenaga kerja pemerintah.

1966

  • Terbentuknya pemerintahan orde baru.
  • Berdiri Pendidikan Pembangunan Persatuan Agama (P3A).
  • Pergantian nilai mata uang yaitu seribu rupiah menjadi satu rupiah dengan gambar Soekarno nilai Rp. 1,- baru sama dengan Rp. 1000,- lama.
  • Pembangunan SDN Sidomulyo yang pertama.

 

1972

Pemilu kedua dengan 3 partai politik, terpilih Presiden Soeharto.

Dalam pemilu tersebut dengan hanya 3 partai politik terjadi penekanan hak pi;ih masyarakat agar mengikuti partai pemerintah.

1973

Berdirinya UDKP (Unit Daerah Kerja Pembangunan)

 

1975

Pembangunan saluran irigasi (tersier) dan gorong-gorong untuk peningkatan produksi pertanian, imbalan ke masyarakat yang kerja diberikan bulgur, sarden / dencis, penyaluran lewat pemerintah desa.

Proses tukar guling pembangunan saluran induk irigasi wilayah Sentul dan Randa Nom tidak selesai (luas sawah sebelum terkena pembangunan saluran irigasi sama dengan setelah terkena pembangunan)

1976

Pembangunan balai desa Sidomulyo dan BKD yang pertama di lokasi tanah kemakmuran desa.

Serangan hama tupai, diberantas dengan tulup / panah.

1997

  • Pemilu ketiga dengan 3 partai politik.
  • Menerima paket gedung Inpres sebanyak 4 lokal ruang kelas dan 1 lokal ruang guru serta 1 unit perumahan penjaga SD, dibangun di tanah kemakmuran desa (persawahan).
  • Terjadi serangan hama wereng yang luar biasa sehingga pemerintah menerjunkan pesawat terbang dalam penyemprotan / pemberantasan.
  • Pemilu dengan 3 partai politik masih bersifat mobilisasi hak pilih / hak suara agar mengikuti partai pemerintah
 

1978

 

Menerima paket Inpres ke 2 dengan menggunakan kerangka besi dan atap seng.

 

1979

Bantuan bibit padi unggul dari pemerintah (jenis padi sinta, gadis, remaja) berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat.

  • Ada warga salah menggunakan obat pestisida untuk mengobati kutu / mengeramasi anaknya yang banyak kutu sehingga meninggal.
  • Gedung SDN Sidomulyo ambruk, proses belajar mengajar pindah ke rumah Kepala Desa (Bp. Mulyokartomo)

1980

  • Pembangunan gedung SD Inpres sebanyak 6 lokal di area persawahan blok Piter ± 350 ubin (499 m2).
  • Pembangunan pos kamling RW 2.

 

1981

 

  • Mulai pembentukan organisasi RT dan RW sebagai sarana pertemuan antar warga (selapanan = 35 hari sekali), pergantian sebutan perangkat desa, Carik menjadi Sekertaris Desa, Bayan diganti Polisi Desa, Congkog menjadi Kaur Keuangan, LMD (Lembaga Masyarakat Desa) menjadi LKMD (Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa).
  • Pembangunan gedung Puskesmas Pembantu.

Terjadi hujan abu akibat meletusnya gunung Galunggung.

 

1982

Menerima bantuan pesawat televise dari Dinas Penerangan sebagai media informasi bagi masyarakat yang dipasang ib alai desa.

Warga banyak terkena wabah diare

1983

Program jambanisasi bagi warga sehingg setiap rumah mempunyai jamban.

 

1985

  • Pemilihan kepala desa dengan sistim mencoblos tanda gambar / symbol (gambar padi, ketela, jagung, dll) sehingga terjaga kerahasiaan si pemilih. Yang terpilih adalah Bp. Haryoto.
  • Hasil penghitungan suara dipaparkan di papan tulis sehingga siapapun bisa mengeta-hui hasil perolehan suara.
  • Bakal calon kepala desa diseleksi melalui ujian.
  • Pembangunan poskamling RW 2.

Pemilih yang sudah tua dan penglihatan tidak jelas dalam memberikan hak suara bisa diwakili sehingga memungkinkan ada kecurangan dari yang mewakili untuk memberikan suara sesuai kehendaknya (satu orang memberikan dua suara).

Pemilih tidak diberikan tanda sudah memberikan hak suaranya (tinta tanda sudah mencoblos) sehingga memungkinkan dia memberikan suara kembali.

1987

  • Pembangunan balai desa yang kedua.
  • Pengadaan lapangan sepak bola di area persawahan bengkok sekdes (blok Geblag).
  • Berdirinya TK Sidomulyo namun masih menggunakan rumah penduduk (Budiarto RT 02 /01)

 

1989

  • Pembangunan togor / gapura di halaman rumah penduduk yang di pinggir jalan sehingga terlihat rapi.

 

1992

Listrik masuk desa

Penebangan pohon di pinggir jalan tidak ada ganti rugi dari pemerintah

1993

  • Pembangunan sender saluran irigasi.
  • Bidan desa masuk di Desa Sidomulyo (Bidan Sri Astuti dari Banyurata-Adimulyo) sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat.
  • Pengisian kekosongan perangkat desa dan Sekertaris desa melalui seleksi / ujian oleh panitia dari kecamatan

Pemberhentian Sekertaris Desa karena pensiun sehingga kekosongan di PJ oleh perangkat desa

1994

Pemilihan Kepala Desa dengan sisitim mencoblos symbol calon (padi, ketela, jagung, dll) dan yang terpilih adalah Bp. Samijan.

Hasil penghitungan suara dipaparkan di papan tulis sehingga siapapun bisa mengetahui hasil perolehan suara.

Bakal calon kepala desa diseleksi melalui ujian.

 

Pemilih yang sudah tua dan penglihatan tidak jelas dalam memberikan hak suara bisa diwakili sehingga memungkinkan ada kecurangan dari yang mewakili untuk memberikan suara sesuai kehendaknya (satu orang memberikan dua suara).

Pemilih tidak diberikan tanda sudah memberikan hak suaranya (tinta tanda sudah mencoblos) sehingga memungkinkan dia memberikan suara kembali.

Sebelum penghitungan suara selesai calon Kepala Desa tidak boleh pulang untuk menyaksikan perolehan penghitungan suara sehingga calon yang tidak jadi bisa pingsan.

1997

Pemilu ke 6 dengan 3 partai politik dan masih masa orde baru dengan presiden terpilih masih Bp. Soeharto (orde baru).

 

1998

  • Bantuan bibit pohon mangga dari pemerintah kepada setiap KK.
  • Pembangunan jalan setapak di RW 3 / Rendeng sepanjang 600 m

Unjuk rasa besar-besaran menuntut turunnya Presiden Soeharto dan gerakan anti Cina sampai terjadi pembakaran took-toko milik Cina di Kebumen sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan sembako dan harga melambung tinggi.

2000

  • Mengadakan pengisian kekosongan perangkat desa melalui seleksi oleh panitia tingkat desa dengan tim pengawas dari kecamatan.
  • Dalam peringatan HUT RI ke 55 Desa Sidomulyo menjadi juara I volley ball tingkat kecamatan.

 

2001

Pembentukan BPD pertama dengan ketua Bp. Haryoto

 

2002

Pemilihan Kepala Desa dengan 2 orang calon yaitu Ibu Karminah dan Bp. Samijan yang terpilih Ibu Karminah.

Cara pemilihan dengan mencoblos tanda gambar / foto calon, setelah menggunakan hak suara pemilih diberi tanda dengan tinta sehingga tidak bisa menggunakan hak suara lagi.

Hasil penghitungan suara dipasang di papan pengumuman sehingga siapapun bisa mengetahui hasil perolehan suara.

Sebelum penghitungan suara selesai calon diijinkan pulang sehingga tidak dikhawatirkan pingsan di tempat pemilihan.

Terjadi banjir besar di wilayah Dusun Pekeyongan, Putihan, Pendil dan Jalasida (warga Putihan mengungsi di masjid, rumah saudara dan balai desa).

2003

Ada pengepul tudung (Bp. Slamet RT 01/2) sehingga penjualan tudung dari pengrajin tidak dimonopoli oleh tengkulak ketika permintaan menurun.

 

2005

 

  • Terjadi serangan hama keong mas di area pertanian sehingga banyak petani yang terpaksan menanam ulang (2 kali tanam dalam 1 musim).
  • Banyak warga keracunan ikan laut jenis tongkol kuning dari Semarang yang dijual oleh pedagang keliling

2007

  • Pemilihan Kepala Desa dengan 2 calon Bp. Suwandi dan Ibu Suharsih dengan cara mencoblos tanda gambar / foto calon.
  • Cara pemilihan dengan mencoblos tanda gambar / foto calon, setelah menggunakan hak suara pemilih diberi tanda dengan tinta sehingga tidak bisa menggunakan hak suara lagi.
  • Hasil penghitungan suara dipasang di papan pengumuman sehingga siapapun bisa mengetahui hasil perolehan suara.
  • Sebelum penghitungan suara selesai calon diijinkan pulang sehingga tidak dikhawatirkan pingsan di tempat pemilihan.
  • Berdiri play group Dian Lestari dengan murid pertama 42 anak bersamaan dengan ada evaluasi PKK tingkat desa.
  • RT 03 / I banyak ayam mati mendadak karena flu burung.
  • Terjadi penangkapan pelaku perjudian sebanyak 7 orang.
  • Terjadi tawuran antar dusun (gang) karena masalah sepak bola dalam rangka peringatan HUT RI ke 62

 

 

2008

Program BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang pengambilannya di kantor pos Petanahan.

Banyak warga yang protes karena tidak menerima BLT dan dianggap tidak tepat sasaran.

2009

Konversi minyak tanah ke gas, warga diberikan paket kompor gas merata setiap KK.

Warga yang takut memakai kompor gas tetap menggunakan kayu bakar.

2010

  • Pembangunan jalan macadam di wilayah dusun Jalasida sepanjang 500 m.
  • Pembangunan jalan usaha tani dari pertigaan Jagang ke timur mempermudah transportasi petani.
  • Pada musim tanam 1 (rendeng) ada serangan hama keong emas.
  • Hujan abu akibat meletusnya gunung Merapi.
  • Terjadi penangkapan pelaku perjudian togel sebanyak 4 orang.
 

2011

  • Bantuan Pemberdayaan Sapi Betina Produktif (PSBP) pada kelompok tani ternak Sri Rejeki.
  • Pembangunan pasar desa di dusun Rendeng sebanyak 2 los.
  • Musim tanam 2 bisa panen karena aliran air waduk Wadaslintang.
  • Terjadi penangkapan pelaku perjudian togel sebanyak 7 orang.
  • Terjadi kemarau panjang selama 8 bulan (Februari s/d September) sehingga banyak sumur warga yang kering.
 

 

Ditulis Oleh :Pemdes Sidomulyo
Pada : 30 April 2014 17:22:07 WIB

Komentar Artikel Terkait

terllena
23 November 2016 11:54:53 WIB

Berkata, Saya berharap kelak saya bisa membangun sidamulya akan lbih baik. membangun ESDMny juga miralitasnya. karena kalau mnurut saya madih bnyak yg harus diperbaiki.punya niat baik mudah"an Allah SWT merindhoi dan mengabulknya....

lukman
28 September 2015 07:40:18 WIB

Berkata, kolom tahun 1977 salah ketik 1997

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar